-->

Subscribe Us

download mars humanis fisip unhas

RESUME DIALOG ADMINISTRASI II “MEMBANGUN PUBLIC TRUST DI ERA DISINFORMASI”

         Pada dasarnya, publik trust atau kepercayaan publik adalah keyakinan masyarakat untuk menerima keputusan pemerintah karena mereka yakin informasi yang diberikan jujur, benar, dan berpihak pada kepentingan umum. Kepercayaan publik dibangun dari kemampuan pemerintah mengelola informasi dengan baik, sehingga masyarakat merasa yakin bahwa kebijakan yang dibuat tidak menyesatkan.  

        Kepercayaan publik memiliki tiga unsur utama, yaitu kompeten, integritas, dan kepentingan publik. Kompeten berarti pemerintah memiliki kemampuan menjalankan tugasnya. Integritas berhubungan dengan kejujuran serta moral yang baik. Sedangkan kepentingan publik berarti setiap kebijakan dibuat untuk kebutuhan masyarakat, bukan untuk keuntungan kelompok tertentu. Ketiga unsur ini saling menguatkan: jika salah satunya lemah, kepercayaan publik mudah goyah. Masyarakat cenderung percaya ketika mereka melihat pemerintah tidak hanya “tahu apa yang harus dilakukan”, tetapi juga melakukannya dengan niat tulus dan transparansi yang dapat dirasakan. 

        Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan institusi negara muncul dari keyakinan bahwa mereka menjalankan tugas dengan profesionalisme, kejujuran, serta fokus pada kesejahteraan bersama. Tiga pilar pendukung utamanya adalah kemampuan teknis, kebersihan moral, dan komitmen pada manfaat publik. Kemampuan teknis menggambarkan efektivitas lembaga dalam menangani tanggung jawabnya. Kebersihan moral mencerminkan sikap adil tanpa korupsi kekuasaan. Komitmen pada manfaat publik memastikan kebijakan selalu mengutamakan rakyat. Ketika salah satu pilar ini goyah, fondasi kepercayaan pun rapuh. 

        Era disinformasi menghadirkan tantangan besar di mana informasi manipulatif menyebar cepat dan sering kali terlihat meyakinkan, sehingga menciptakan kebisingan informasi (noise) yang mengaburkan pesan resmi pemerintah. Hal ini berdampak buruk pada tingkat kepercayaan publik (public trust), yang pada dasarnya merupakan kesediaan warga untuk menerima keputusan pemerintah karena meyakini integritas dan kompetensi institusi tersebut. Berikut peran strategis komunikasi dalam perspektif administrasi untuk membangun kerdibilitas dan public trust  

Peran Strategis Komunikasi Administratif

  • Kejelasan Regulasi: Memastikan kebijakan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami untuk menghindari ambiguitas.
  • Responsivitas: Sigap melakukan klarifikasi terhadap isu atau rumor yang dapat memicu kesalahpahaman.
  • Inklusivitas: Menjamin partisipasi publik agar kebijakan tidak bersifat satu arah (topdown), melainkan dipahami dan didukung oleh warga. 
Membangun Kredibilitas dan Public Trust
  • Tiga Unsur Kredibilitas: Pemerintah harus menunjukkan keahlian (expertise), integritas (trustworthiness), dan niat baik atau kepedulian (goodwill).
  • Rantai Kepercayaan: Komunikasi administratif yang efektif akan meningkatkan kredibilitas; kredibilitas yang kuat membangun public trust; dan public trust mendorong kepatuhan serta partisipasi publik.