RESUME LENSA HUMANIS BEDAH BUKU: LAUT BERCERITA
Kegiatan bedah buku Laut Bercerita karya Leila S. Chudori merupakan ruang diskusi intelektual yang mengangkat persoalan kemanusiaan, kebebasan berpendapat, hak asasi manusia (HAM), serta relasi antara individu dan kekuasaan. Novel ini menggambarkan perjuangan para aktivis mahasiswa dalam memperjuangkan demokrasi dan keadilan di tengah situasi politik yang represif pada masa Orde Baru.
Tokoh Biru Laut menjadi representasi mahasiswa dan aktivis yang mempertahankan idealisme serta keyakinannya terhadap perubahan sosial. Perjuangan yang dilakukan bersama rekan-rekannya memperlihatkan bagaimana ruang kebebasan dapat dibatasi ketika kekuasaan memandang pemikiran kritis sebagai ancaman.
Salah satu gagasan penting yang dapat dipahami melalui kegiatan bedah buku ini adalah pentingnya menjaga ingatan kolektif terhadap peristiwa sejarah. Upaya membungkam suara kritis tidak serta-merta menghapus nilai, gagasan, dan perjuangan yang telah dilakukan. Ingatan para korban tetap hidup melalui keluarga, sahabat, kesaksian, serta berbagai upaya untuk mengungkap kebenaran. Membaca Laut Bercerita berarti memahami bahwa sejarah tidak hanya terdiri atas catatan peristiwa, tetapi juga pengalaman manusia yang sering kali tidak memperoleh ruang yang memadai dalam narasi resmi.
Kegiatan bedah buku ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap realitas sosial dan politik. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat sipil yang memiliki tanggung jawab intelektual dalam mengawasi jalannya kekuasaan dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui budaya membaca, berdiskusi, dan bertukar gagasan. Dalam hal ini, literasi tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas akademik, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kesadaran sosial dan keberanian untuk mempertanyakan ketidakadilan secara rasional dan bertanggung jawab.
Mengingat masa lalu bukan berarti terjebak dalam sejarah, melainkan menjadikannya sebagai landasan untuk memahami keadaan masa kini dan mencegah terulangnya ketidakadilan.

