-->

Subscribe Us

download mars humanis fisip unhas

RESUME LENSA HUMANIS I BEDAH BUKU: CANTIK ITU LUKA

 Cantik Itu Luka : Menelaah Representasi Sejarah, Identitas, dan Realitas Sosial dalam Karya Sastra


Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Humanis FISIP Unhas telah menyelenggarakan kegiatan bedah buku dengan mengangkat karya Cantik Itu Luka karya Eka KurniawanKegiatan ini menjadi ruang intelektual bagi mahasiswa untuk mengembangkan tradisi literasi sekaligus membangun pembacaan yang kritis terhadap karya sastra sebagai representasi dan refleksi atas realitas sosial.

Cantik Itu Luka merupakan salah satu karya sastra Indonesia kontemporer yang mempertemukan unsur realisme, sejarah, mitologi, dan kritik sosial dalam sebuah narasi yang kompleks. Melalui perjalanan kehidupan para tokohnya, novel ini menghadirkan berbagai persoalan yang tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial dan historis masyarakat Indonesia, seperti kolonialisme, kekerasan, relasi kuasa, konstruksi gender, keluarga, serta perubahan sosial. Kompleksitas tersebut menunjukkan bahwa karya sastra tidak hadir dalam ruang yang terpisah dari masyarakat, melainkan memiliki keterkaitan dengan struktur sosial dan pengalaman historis yang membentuk kehidupan manusia.

Pengalaman para tokoh memperlihatkan bagaimana perubahan politik, kekuasaan, dan kondisi sosial pada suatu periode dapat memengaruhi kehidupan personal, hubungan antarmanusia, serta pembentukan identitas.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah representasi perempuan. Persoalan kecantikan dalam novel juga membuka ruang untuk mempertanyakan bagaimana standar sosial terhadap perempuan dibentuk dan dipertahankan. Kecantikan tidak selalu hadir sebagai sesuatu yang netral, sebab di dalamnya terdapat nilai, ekspektasi, dan penilaian sosial yang dapat memengaruhi posisi seseorang dalam masyarakat. Dalam konteks tersebut, pengalaman tokoh perempuan memperlihatkan bahwa apa yang disebut sebagai “cantik” dapat menjadi bagian dari konstruksi sosial yang memiliki konsekuensi terhadap kehidupan perempuan. Norma, hierarki sosial, dan relasi kuasa dapat berperan dalam mempertahankan posisi tertentu sekaligus membatasi ruang perempuan dalam menentukan kehidupan dan identitasnya sendiri